Friday, December 7, 2007

Laporan Keuangan Perusahaan


LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Di pasar modal, laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan kinerja perusahaan, terlebih bagi perusahaan yang sahamnya telah tercatat dan diperdagangkan di bursa. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dapat memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan sedemikian sehingga informasi tersebut dapat memberikan landasan bagi keputusan investasi.
Pada dasrnya penyusunan Laporan keuangan Perusahaan dimaksudkan sebagai lat Bantu bagi manajemen ( intern ) untuk mengetahui kondisi keuangan sehingga dapat menentukan kebijakan keuangan secara tepat. Sedangkan bagi pihak luar ( pemodal maupun kreditur ) laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk pengambilan keputusan dalam melakukan investasi.

Komponen Laporan Keuangan

NERACA
Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukkan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Dalam neraca, aktiva lancar disajikan terpisah dari aktiva tidak lancar dan kewajiban lancar dipisah dari kewajiban tidak lancar, kecuali untuk industri tertentu yang diatur secara khusus. Aktiva lancar disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh temponya.
Komponen utama Neraca :
  1. Aktiva
    Aktiva Lancar
  • Kas dan Setara Kas
  • Investasi jangka pendek
  • Wesel tagih
  • Piutang usaha
  • Piutang lain – lain.
  • Persediaan
  • Pajak dibayar dimuka
  • Biaya dibayar dimuka
  • Aktiva lancar lain – lain.

Aktiva Tidak Lancar

  • Piutang Hubungan Istimewa
  • Aktiva Pajak Tangguhan
  • Investasi pada Perusahaan Asosiasi
  • Investasi jangka panjang lain
  • Aktiva tetap
  • Aktiva tak berwujud
  • Aktiva lain – lain

2. Kewajiban

Kewajiban Lancar

  • Pinjaman jangka pendek
  • Wesel bayar
  • Hutang usaha
  • Hutang pajak
  • Beban masih harus dibayar
  • Bagian kewajiabn jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  • Kewajiban lancar lain – lain.


Kewajiban Tidak Lancar

  • Hutang hubungan istimewa
  • Kewajiban pajak tangguhan
  • Pinjaman jangka panjang
  • Hutang sewa guna usaha
  • Hutang obligasi
  • Kewajiban tidak lancar lainnya
  • Hutang subordinasi
  • Obligasi konversi

3. Hak Minoritas

4. Ekuitas

  • Modal saham
  • Tambahan modal disetor
  • Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
  • Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan / perusahaan asosiasi
  • Selisih nilai transaksi restrukturisasi Entitas sepengendali
  • Keuntungan ( kerugian ) yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual.
  • Selisih penilaian kembali Aktiva Tetap
  • Saldo laba
  • Modal saham diperoleh kembali.

LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporkan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.
Komponen utama laporan laba rugi yang diuraikan di bawah ini menggunakan metode beban fungsional. Bagi jenis – jenis industri tertentu dimungkinkan untuk menggunakan metode lain yang telah ditentukan.
Komponen Utama Laporan Laba Rugi.

  1. penjualan bersih atau pendapatan usaha
  2. beban pokok penjualan
  3. laba ( rugi ) kotor
  4. beban usaha
  5. laba ( rugi ) usaha
  6. penghasilan ( beban ) lain – lain
  7. bagian laba ( rugi ) Perusahaan asosiasi
  8. laba ( rugi ) sebelum pajak penghasilan.
  9. beban ( penghasilan ) pajak
  10. laba ( rugi ) dan aktivitas normal
  11. pos luar biasa
  12. laba ( rugi ) sebelum hak minoritas
  13. hak minoritas atas laba ( rugi ) bersih anak perusahaan
  14. laba ( rugi ) bersih
  15. laba ( rugi ) per saham dasar
  16. aba ( rugi ) per saham dilusi.


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan.
Laporan ini harus menyajikan :

  1. Laba ( rugi ) bersih periode pelaporan.
  2. setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian yang diakui secara langsung dalam ekuitas.
  3. pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi atas kesalahan mendasr.
  4. transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik, antara lain berupa penyetoran modal saham dan pembagian deviden.
  5. saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya.
  6. rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing – masing jenis modal ditempatkan dan disetor penuh, tambahan modal disetor di pos – pos ekuitas lainnya pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.


LAPORAN ARUS KAS
Laporan ini menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Komponen utama laporan arus kas :

  1. Arus kas dari aktivitas operasi, adalah arus kas yang terutama diperoleh dari aktifitas penghasil utama pendapatan perusahaan, oleh karena itu arus kas ini pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba ( rugi ) bersih. Arus kas dari aktivitas operasi antara lain dapat berupa arus kas dari transaksi penjualan, pembayaran kepada pemasok, karyawan, bunga, beban operasional lainnya dan pajak penghasilan. Perusahaan harus menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung ( direct method ).
  2. Arus kas dari aktivitas investasi, adalah arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan perolehan dan atau pelepasan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Arus kas dari aktivitas investasi antara lain dapat berasal dari transaksi pembelian dan penjualan aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva lain, serta uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain. Tidak termasuk di sini adalah penempatan dana perusahaan untuk jangka pendek seperti deposito yang kurang dari satu tahun dan investasi pada efek untuk diperdagangkan.
  3. Arus kas dari aktivitas pendanaan, adalah arus kas dari aktivitas pendanaan timbul dari penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan transaksi pendanaan jangka panjang dengan pemegang saham perusahaan dan kreditur. Arus kas dari aktivitas pendanaan antara lain dapat berupa penerimaan kas dari emisi saham dan obligasi, pembayaran deviden, serta pelunasan pinjaman.


CATATAN LAPORAN KEUANGAN
Catatan laporan keuangan memberikan penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, ikhtisar kebijakan akuntansi, penjelasan pos – pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya.