Friday, December 7, 2007

Choose Mutual Fund


Choose Reksa Fund Appropriate Risk Character

Investor can choose reksa fund as according to risk character and investment each aim. better, invest fund at all kinds reksa fund with composition as according to need. in general reksadana divided in 4 (four) categories, actually this category is accustommed with type risk from investor as according to portofolio desirable investor that is, reksadana share, mixture, fixed income and money market. Equity reksa fund a large part around 80% - 90 % invested at share, as to reksa fund mixture allocated the investment is laided to share and debenture according to proposional part, reksa fund fixed income a part the fund is laided in portofolio that produce fixed rate of return (fixed) likes debenture, while reksadana fund location money market in debt mail instrument berjangka be one time (1) year, deposit with SBI.

Based on risk, equity reksa fund occupieds topmost position then reksa fund mixture then reksa fund fixed income and the risk smallest reksa fund money market. Investor before buy reksa fund best discuse formerly with investment manager or seller agency deputy reksa fund, tell to what your finance aim with buys reksa fund, investment manager will give appropriate suggestion with a purpose to and your character and very suggested laid fund not only in one product kind reksa fund but at several kinds reksa fund so that produced profit optimum.
Besides quality and also payed attention also cost - arising out cost don't until existing cost smaller than investment result reksa fund whom you have chosen. don't forget after buy reksa fund to monitor performance your reksa fund according to periodically, usually good investment manager will give suggestion to you when moment subscribe or redemption. Have nice investing! !

Memilih Reksadana


Memilih Reksadana Sesuai Karakter Resiko

Investor bisa memilih reksadana sesuai dengan karakter resiko dan tujuan investasi masing – masing. Akan lebih baik, menginvestasikan dana di semua jenis reksa dana dengan komposisi sesuai dengan kebutuhan.
Pada umumnya reksadana dibagi dalam 4 ( empat ) kategori, sebenarnya kategori ini disesuaikan dengan type resiko dari investor sesuai dengan portofolio yang diinginkan investor yaitu, reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Reksa dana saham sebagian besar sekitar 80% – 90 % diinvestasikan di saham, adapun reksadana campuran pengalokasian investasinya ditempatkan ke saham dan obligasi secara merata, reksadana pendapatan tetap sebagian dananya ditempatkan pada portofolio yang menghasilkan tingkat pengembalian tetap ( fixed ) seperti obligasi, sedangkan reksadana pasar uang penempatan dana pada instrumen surat utang berjangka waktu di bawah satu ( 1 ) tahun, deposito serta SBI. Berdasarkan resiko reksadana saham menempati posisi paling atas kemudian reksadana campuran terus reksadana penadpatan tetap dan yang paling kecil resikonya adalah reksadana pasar uang.

Investor sebelum membeli reksa dana sebaiknya berdiskusi dulu dengan Manager Investasi atau Wakil Agen Penjual Reksa Dana, kemukakan apa tujuan keuangan Anda dengan membeli reksa dana tersebut, Manager Investasi akan memberikan saran yang sesuai dengan tujuan dan karakter Anda dan sangat disarankan menempatkan dana tidak hanya di dalam satu jenis produk reksa dana saja tetapi di beberapa jenis reksa dana sehingga akan dihasilkan keuntungan yang optimum. Selain itu kualitas dan integritas Manager Investasi juga diperhatikan juga biaya – biaya yang timbul jangan sampai biaya yang ada lebih kecil dari hasil investasi reksa dana yang Anda pilih. Jangan lupa setelah membeli reksa dana untuk memonitor kinerja reksa dana Anda secara berkala, biasanya Manager Investasi yang baik akan memberikan saran kepada Anda kapan saat Subscribe atau redemption. Selamat berinvestasi!!!

Laporan Keuangan Perusahaan


LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Di pasar modal, laporan keuangan merupakan informasi yang menggambarkan kinerja perusahaan, terlebih bagi perusahaan yang sahamnya telah tercatat dan diperdagangkan di bursa. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dapat memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan sedemikian sehingga informasi tersebut dapat memberikan landasan bagi keputusan investasi.
Pada dasrnya penyusunan Laporan keuangan Perusahaan dimaksudkan sebagai lat Bantu bagi manajemen ( intern ) untuk mengetahui kondisi keuangan sehingga dapat menentukan kebijakan keuangan secara tepat. Sedangkan bagi pihak luar ( pemodal maupun kreditur ) laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat untuk pengambilan keputusan dalam melakukan investasi.

Komponen Laporan Keuangan

NERACA
Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan, yang menunjukkan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Dalam neraca, aktiva lancar disajikan terpisah dari aktiva tidak lancar dan kewajiban lancar dipisah dari kewajiban tidak lancar, kecuali untuk industri tertentu yang diatur secara khusus. Aktiva lancar disajikan menurut ukuran likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh temponya.
Komponen utama Neraca :
  1. Aktiva
    Aktiva Lancar
  • Kas dan Setara Kas
  • Investasi jangka pendek
  • Wesel tagih
  • Piutang usaha
  • Piutang lain – lain.
  • Persediaan
  • Pajak dibayar dimuka
  • Biaya dibayar dimuka
  • Aktiva lancar lain – lain.

Aktiva Tidak Lancar

  • Piutang Hubungan Istimewa
  • Aktiva Pajak Tangguhan
  • Investasi pada Perusahaan Asosiasi
  • Investasi jangka panjang lain
  • Aktiva tetap
  • Aktiva tak berwujud
  • Aktiva lain – lain

2. Kewajiban

Kewajiban Lancar

  • Pinjaman jangka pendek
  • Wesel bayar
  • Hutang usaha
  • Hutang pajak
  • Beban masih harus dibayar
  • Bagian kewajiabn jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  • Kewajiban lancar lain – lain.


Kewajiban Tidak Lancar

  • Hutang hubungan istimewa
  • Kewajiban pajak tangguhan
  • Pinjaman jangka panjang
  • Hutang sewa guna usaha
  • Hutang obligasi
  • Kewajiban tidak lancar lainnya
  • Hutang subordinasi
  • Obligasi konversi

3. Hak Minoritas

4. Ekuitas

  • Modal saham
  • Tambahan modal disetor
  • Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
  • Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan / perusahaan asosiasi
  • Selisih nilai transaksi restrukturisasi Entitas sepengendali
  • Keuntungan ( kerugian ) yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual.
  • Selisih penilaian kembali Aktiva Tetap
  • Saldo laba
  • Modal saham diperoleh kembali.

LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporkan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya.
Komponen utama laporan laba rugi yang diuraikan di bawah ini menggunakan metode beban fungsional. Bagi jenis – jenis industri tertentu dimungkinkan untuk menggunakan metode lain yang telah ditentukan.
Komponen Utama Laporan Laba Rugi.

  1. penjualan bersih atau pendapatan usaha
  2. beban pokok penjualan
  3. laba ( rugi ) kotor
  4. beban usaha
  5. laba ( rugi ) usaha
  6. penghasilan ( beban ) lain – lain
  7. bagian laba ( rugi ) Perusahaan asosiasi
  8. laba ( rugi ) sebelum pajak penghasilan.
  9. beban ( penghasilan ) pajak
  10. laba ( rugi ) dan aktivitas normal
  11. pos luar biasa
  12. laba ( rugi ) sebelum hak minoritas
  13. hak minoritas atas laba ( rugi ) bersih anak perusahaan
  14. laba ( rugi ) bersih
  15. laba ( rugi ) per saham dasar
  16. aba ( rugi ) per saham dilusi.


LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan.
Laporan ini harus menyajikan :

  1. Laba ( rugi ) bersih periode pelaporan.
  2. setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian yang diakui secara langsung dalam ekuitas.
  3. pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi atas kesalahan mendasr.
  4. transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik, antara lain berupa penyetoran modal saham dan pembagian deviden.
  5. saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta perubahannya.
  6. rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing – masing jenis modal ditempatkan dan disetor penuh, tambahan modal disetor di pos – pos ekuitas lainnya pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.


LAPORAN ARUS KAS
Laporan ini menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Komponen utama laporan arus kas :

  1. Arus kas dari aktivitas operasi, adalah arus kas yang terutama diperoleh dari aktifitas penghasil utama pendapatan perusahaan, oleh karena itu arus kas ini pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba ( rugi ) bersih. Arus kas dari aktivitas operasi antara lain dapat berupa arus kas dari transaksi penjualan, pembayaran kepada pemasok, karyawan, bunga, beban operasional lainnya dan pajak penghasilan. Perusahaan harus menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung ( direct method ).
  2. Arus kas dari aktivitas investasi, adalah arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan perolehan dan atau pelepasan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Arus kas dari aktivitas investasi antara lain dapat berasal dari transaksi pembelian dan penjualan aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva lain, serta uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain. Tidak termasuk di sini adalah penempatan dana perusahaan untuk jangka pendek seperti deposito yang kurang dari satu tahun dan investasi pada efek untuk diperdagangkan.
  3. Arus kas dari aktivitas pendanaan, adalah arus kas dari aktivitas pendanaan timbul dari penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan transaksi pendanaan jangka panjang dengan pemegang saham perusahaan dan kreditur. Arus kas dari aktivitas pendanaan antara lain dapat berupa penerimaan kas dari emisi saham dan obligasi, pembayaran deviden, serta pelunasan pinjaman.


CATATAN LAPORAN KEUANGAN
Catatan laporan keuangan memberikan penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, ikhtisar kebijakan akuntansi, penjelasan pos – pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya.

History of Indonesia Stock Exchange


History of Indonesia Stock Exchange

Historicly, capital market has presented far before independent indonesia. capital market or effect exchange has presented since dutch colonial age and precisely in the year 1912 at batavia. Capital market at the time founded by dutch indies government for the sake of colonial government or VOC. Although capital market have been there since year 1912, development and capital market growth doesn't walk such as those which supposed, even in several capital market activity periods experiences emptiness. The mentioned is caused by several factors has liked world war I and II, power transfer from colonial government to indonesia republic government, and various condition that causes effect exchange operation can not as must it. Indonesia republic government activates to return capital market in the year 1977, and some years then capital market experiences growth along with various incentive and regulation that taked outside government. In a word, capital market development pillar in indonesia visible as follows:
  • 14 december 1912: first effect exchange in indonesia is formed at batavia by dutch indies government.
  • 1914 - 1918: effect exchange at batavia closed during world war I.
  • 1925 - 1942: effect exchange at jakarta opened to return together with effect exchange at semarang and surabaya beginning year 1939 because policies rumors (world war II) effect exchange at semarang and surabaya closed.
  • 1942 - 1952: effect exchange at jakarta closed to return during world war II.
  • 1952: effect exchange at jakarta activate to return with rules of emergency capital market
  • 1952, taked outside by minister of justice (lukman wiradinata) and minister of finance (prof. dr. sumitro djojohadikusumo). instrument that dealed government debenture RI (1950)
  • 1956: nationalization program companies dutch. effect exchange more inactive.
  • 1956 - 1977: trade at vacuum effect exchange.
  • 10 augusts 1977: effect exchange diresmikan return by president soeharto. bej run under bapepam (capital market executor ). date 10 augusts is commemorated as hut capital market. this capital market reactivation also marked with go public pt cement cibinong as emiten first.
  • 1977 - 1987: trade at effect exchange very weary. total emiten up to 1987 new achieve 24. more opting society banking instrument is compared capital market instrument.
  • 1987: marked with present it december package 1987 (pakdes 87) that give ease for company to do general tender and foreign investor embeddeds capital in indonesia.
  • 1988 - 1990: deregulation package dibidang banking and capital market is launched. door bej opened for foreign. stock exchange activity is seen to increase.
  • 2 june 1988: indonesia parallel stock exchange (BPI) begins to operate and managed by money trade coalitions and effect (PPUE), while the organization consists of broker and dealer.
  • december 1988: government takes outside december package 88 (pakdes 88) that give ease companies to go public and several wisdoms other which are positive for capital market growth.
  • 16 june 1989: effect exchange surabaya (BES) begin to operate and managed by private property limited liability that is pt effect exchange surabaya.
  • 13 july 1992: Privatisation of BEJ. Bapepam turn into capital market supervisor. this date is commemorated as HUT bej.
  • 22 may 1995: trade otomation system at bej carried out with system computer jats (jakarta automated trading systems).
  • 10 november 1995: government takes outside to rules no. 8 year 1995 about capital market this law begins january 1996.
  • 1995: indonesia parallel stock exchange merger with effect exchange surabaya.
  • 2000: trade system without letter (scripless trading) begin applied at indonesia capital market.
  • 2002: bej begin to apply long distance trade system (remote trading).
  • 2007: effect exchange merging surabaya (BES) to effect exchange jakarta (BEJ) and change name is Indonesia Stock Exchange (BEI).
    ( Source Bursa Efek Indonesia )

Sejarah Bursa Efek Indonesia

Sejarah Bursa Efek Indonesia

Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC.Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagimana mestinya.Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:
  • 14 Desember 1912 : Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda.
  • 1914 – 1918 : Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
  • 1925 – 1942 : Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya Awal tahun 1939 Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup.
  • 1942 – 1952 : Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
  • 1952 : Bursa Efek di Jakarta diaktifkan kembali dengan UU Darurat Pasar Modal 1952, yang dikeluarkan oleh Menteri kehakiman (Lukman Wiradinata) dan Menteri keuangan (Prof.DR. Sumitro Djojohadikusumo). Instrumen yang diperdagangkan: Obligasi Pemerintah RI (1950)
  • 1956 : Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif.
  • 1956 – 1977 : Perdagangan di Bursa Efek vakum.
  • 10 Agustus 1977 : Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.
  • 1977 – 1987 : Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal.
  • 1987 : Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia.
  • 1988 – 1990 : Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat.
  • 2 Juni 1988 : Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer.
  • Desember 1988 : Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal.
  • 16 Juni 1989 : Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya.
  • 13 Juli 1992 : Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ.
  • 22 Mei 1995 : Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems).
  • 10 November 1995 : Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996.
  • 1995 : Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya.
  • 2000 : Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia.
  • 2002 : BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading).
  • 2007 : Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

( Source Bursa Efek Indonesia )